Sabtu, 21 Januari 2012

Segmen GPS

GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit. Nama formalnya adalah NAVSTAR GPS, kependekan dari NAVigation Satellite Timing and Ranging Global Positioning System. Sistem yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus dalam segala cuaca ini, didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi yang teliti, dan juga informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia.

            Pada dasarnya GPS terdiri atas tiga segmen utama, yaitu segmen angkasa (space segment) yang terdiri dari satelit – satelit GPS, segmen sistem control (control system segment) yang terdiri dari stasiun – stasiun pemonitor dan pengontrol satelit, dan segmen pemakai (user segment) yang terdiri dari pemakai GPS termasuk alat – alat penerima dan pengolah sinyal dan data GPS.

SEGMEN SATELIT

            Satelit GPS bisa dianalogikan sebagai stasiun radio di angkasa, yang diperlengkapi dengan antena – antena untuk mengirim dan menerima sinyal – sinyal gelembang. Sinyal – sinyal ini selanjutnya diterima oleh receiver GPS di / dekat permukaan bumi, dan digunakan untuk menentukan informasi posisi, kecepatan, maupun waktu. Selain itu satelit GPS juga diperlengkapi dengan peralatan untuk mengontrol ‘tingkah – laku’ (attitude) dari satelit, serta sensor – sensor untuk mendeteksi peledakan nuklir dan lokasinya.

            Pada dasarnya satelit – satelit GPS dapat dibagi ats beberapa generasi yaitu :

-          BLOK I          : Initial Concept Validation Satellites
-          BLOK II         : Initial Production Satellites
-          BLOK IIA      : Upgraded Production Satellites
-          BLOK IIR      : Replenishment Satellites
-          BLOK IIF       : Follow – On “Suistainment” Satellites 

Pada saat ini, ada 7 satelit Blok II, 18 satelit Blok IIA, dan 2 satelit Blok II R, satelit – satelit  yang operasional adalah satelit – satelit Blok II dan IIA.

Satelit Blok I

            Satelit GPS Blok I adalah generasi satelitt percobaan (Initial Concept Validation Satellites), dan pertama kali diluncurkan pada tanggal 22 Februari 1978. Sejak saat itu sampai tahun 1985, ada 11 satelit Blok I yang diluncurkan. Meskipun satelit Blok I hanya dimaksudkan sebagai satelit percobaan, tetapi sejak awal satelit – satelit Blok I ini sudah banyak digunakan oleh pihak militer maupun sipil dengan hasil yang baik. Kapasitas penyimpanan data selama 3,5 hari. Saat ini satelit Blok I sudah tidak operasional lagi, dan sudah digantikan dengan generasi operasional yang dinamakan Blok II dan IIA.

Satelit Blok II dan IIA
           
            Satelit Blok II adalah satelit GPS operasional generasi pertama, dan mempunyai nomor SVN (Space Vehicle Numbers) dari 13 sampai 21. Satelit Blok II ini dibangun oleh Rockwell International dan diluncurkan mulai Februari 1989 sampai Oktober 1990.
           
            Berbeda dengan satelit Blok I, satelit Blok II didesain sedemikian rupa untuk meminimalkan interaksi dengan stasiun pemantau di Bumi, dan disamping itu sebagian besa aktivitas pemeliharaan satelit dapat dilakukan tanpa mengganggu pengiriman sinyal. Pengiriman data secara periodic dari segmen pengontrol ke satelit tersebut. Kapasitas penyimpanan data selama 14 hari.

            Satelit Blok IIA, yang juga dibangun oleh Rockwell International, mempunyai nomor SVN dari 22 sampai 40. Satelit Blok IIA pada dasarnya identik dengan satelit Blok II, dengan satu perkecualian yaitu seandainya stasiun pemantau satelit tidak dapat mengirimkan pesan navigasi yang baru ke satelit, maka satelit akan mampu mengirimkan pesan navigasi yang terakhir sampai selama 180 hari. Meskipun dari sisi pengguna informasi orbit yang dikirimkan dalam hal ini ketelitiannya berkurang dengan waktu, namun setidaknya sisitem satelit tetap beroperasi dan dapat digunakan. Sampai saat ini ada 27 satelit Blok II, IIA dan IIR yang beroperasional.
            Satelit Blok II / IIA didesain untuk memberikan pelayanan selama 7,3 tahun, dan setiap satelit mempunyai 4 jam atom, dua Cesium (Cs) dan dua Rubidium (Rb) ; serta mempunyai kemampuan Selective Availability (SA) dan Anti Spoofing (AS). Satelit Blok II / IIA ini diluncurkan dari Cape Caneveral Air Force Station dengan menggunakan Delta II MLV (Medium Launch Vehicle).
Satelit Blok IIR
            Satelit Blok IIR adalah generasi satelit GPS setelah satelit Blok IIA yang dibangun oleh General Electric, dan mempunyai nomor SVN dari 41 sampai 62. Satelit yang pertama dari generasi Blok IIR ini telah diluncurkan pada tanggal 17 Januari 1997, tetapi hancur karena kegagalan dalam proses peluncurannya. Sedangkan satelit Blok IIR yang kedua telah diluncurkan pada tanggal 23 Juli 1997 dan dinyatakan operasional pada tanggal 31 Januari 1998. Satelit Blok IIR yang keempat diluncurkan pada tanggal 11 Mei 2000 dan dinyatakan operasional pada tanggal 1 Juli 2000.
            Karakteristik yang spesifik dari satelit Blok IIR ini adalah kemampuannya untuk melakukan navigasi yang sifatnya mandiri (autonomous navigation ). Dalam hal ini, satelit Blok IIR dapat menciptakan pesan navigasinya sendiri tanpa pengiriman dari stasiun pengontrol di Bumi. Dengan kemampuan ini sistem dapat menjaga ketelitiannya secara baik meskipun cukup lama tidak melakukan kontak dengan segmen pengontrol di Bumi.
            Perbedaan lainnya antara satelit Blok IIR dengan satelit Blok IIA dapat diringkaskan sebagai berikut :
-          Berkaitan dengan Navigation Payload :
*      Tambahan penguatan terhadap radiasi.
*      Kemapuan melakukan pengukuran jarak antar sesama satelit (cross link ranging).
*      Mikro – prosesor yang dapat di program ulang.
*      Dua jam atom operasional pada setiap saat (hot backup).

-          Berkaitan dengan Electrical Power System (EPS) :
*      Penggunaan 3 baterai Ni CAD dan 2 baterai NiH.

-          Berkaitan dengan Attitude And Velocity Control  System (AVCS) :
*      Mekanisme akuisisi / pengarahan dari manual sampai otomatis.

-          Berkaitan dengan System Design :
*      Kapasitas bahan bakar yang lebih besar.
*      Adanya sistem pengelolaan tambahan pada prosesor satelit.

Satelit Blok IIR didesain untuk memberikan pelayanan selama 7,8 tahun, dan setiap satelit mempunyai 3 jam atom; satu Cesium (Cs) dan dua Rubidium (Rb); serta mempunyai kemampuan Selective Availability (SA) dan Anti Spoofing (AS).

Satelit Blok IIF
            Satelit Blok IIF adalah generasi satelit GPS yang direncanakan akan menggantikan generasi satelit Blok IIR. Rencananya akan ada 33 buah satelit Blok IIF, pada tahun 2001 satelit Blok IIf akan diluncurkan.
Konfigurasi Orbit
            Konstelasi standar dari satelit GPS terdiri dari 24 satelit yang menempati 6 (enam) bidang orbit yang bentuknya sangat mendekati lingkaran, dengan eksentrisitas orbit umumnya lebih kecil dari 0,02. Keenam bidang orbit satelit GPS mempunyai spasi sudut yang sama antar sesamanya. Meskipun begitu setiap orbit ditempati oleh 4 satelit dengan interval antaranya yang tidak sama.
            Orbit satelit GPS berinklinasi 55 derajat terhadap bidang ekuator dengan ketinggian rata – rata dari permukaan bumi sekitar 20.200 km. satelit GPS bergerak dala orbitnya dengan kecepatan kira – kira 3,87 km / detik dan mempunyai periode 11 jam dan 58 menit (sekitar 12 jam). Dengan adanya 24 satelit yang mengangkasa tersebut, 4 sampai 10 satelit GPS akan selalu dapat diamati pada setiap waktu dari manapun di permukaan bumi.
            Setiap satelit GPS secara kontinyu memancarkan sinyal – sinyal gelombang pada 2 frekuensi L – band yang dinamakan L1 dan L2. Sinyal L1 berfrekuensi 1575,42 MHz dan sinyal L2 berfrekuensi 1227,60 MHz. Sinyal L1 membawa 2 buah kode biner yang dinamakan kode – P (P – Code, Precise or Private Code) dan kode – C / A (C / A – code, Clear Access or Coarse Acquisation ). Pada saat ini kode – P berubah menjadi kode – Y .             

  SEGMEN SISTEM KONTROL

Segmen sistem control berfungsi mengontrol dan memantau operasional satelit dan memastikan bahwa satelit berfungsi sebagaimana mestinya. Fungsi ini mencakup beberapa tugas dan kewajiban yaitu antara lain :
   Menjaga agar semua satelit masing – masing berada pada posisi orbitnya yang seharusnya (station keeping).
   Memantau status dan kesehatan dari semua sub – sistem (bagian) satelit.
   Memantau panel matahari satelit, level daya baterai, dan propellant level yang digunakan untuk maneuver satelit.
   Menentukan dan menjaga waktu sistem GPS.

Secara spesifik, segmen sistem control terdiri dari Ground Antenna Station (GAS), Monitor Station (MCS), Prelaunch Compatibility Station (PCS), dan Master Control Station (MCS). GAS berlokasi di Ascension, Diego Garcia, dan Kwajalein. Lima stasiun MS terdiri dari stasiun GCS ditambah stasiun di Colorado Springs dan Hawaii. Stasiun PCS berlokasi di Cape Caneveral, dan stasiun ini juga berfungsi sebagai backup dari GAS. Sedangkan stasium MCS berlokasi di Colorado Springs.
MS bertugas mengamati secara kontinyu seluruh satelit GPS. Pada prinsipnya stasiun MS tidak melakukan pengolahan data, tetapi hanya mengirimkan data pseudorange serta pesan navigasi yang dikumpulkan ke MCS untuk diproses secara real – time. MCS bertugas pengolahann data, selain itu tugasnya bertanggung jawab dalam pengontrolan pergerakan satelit dalam orbitnya serta status kesehatannya.
Hasil perhitungan tersebut kemudian dikirimkan ke salah satu GAS, dimana untuk selanjutnya informasi – informasi tersebut beserta data – data lainnya dikirimkan ke satelit – satelit GPS yang Nampak oleh stasiun GAS. 

SEGMEN PENGGUNA

Segmen pengguna terdiri dari para pengguna satelit GPS, baik di darat, laut, udara maupun di angkasa. Dalam hal ini alat penerima sinyal GPS (GPS receiver) diperlukan untuk menerima dan memproses sinyal – sinyal dari satelit GPS untuk digunakan dalam penentuan posisi, kecepatan, maupun waktu.
Komponen utama dari suatu receiver GPS secara umum adalah ; antenna dengan pre – amplifier; bagian RF (Radio Frequency) dengan pengidentifikasi sinyal dan pemroses sinyal; pemroses mikro untuk pengontrolan receiver, data sampling, dan pemroses data (solusi navigasi); osilator presisi; catu daya ; unit perinttah dan tampilan ; dan memori serta perekam data.

Klasifikasi receiver GPS
 
Receiver tipe navigasi yang kadang disebut tipe genggam umumnya digunakan untuk penentuan posisi absolute secara instan yang tidak menunntut ketelitian terlalu tinggi. Receiver navigasi tipe sipil dapat memberikan ketelitian posisi sekita 50 – 100 m, dan tipe militer sekitar 10 – 20 m. 

            Receiver tipe pemetaan juga memberikan data pseudorange. Hanya bedanya, pada receiver tipe pemetaan, data tersebut direkam dan dpat kemudian dipindahkan ke computer untuk diproses lebih lanjut. Ketelitiannya sekitar 1 – 5 meter. 

            Receiver tipe geodetic adalah tipe receiver yang relating paling canggih, paling mahal, dan juga memberikan data yang paling presisi. Tipe ini biasanya digunakan untuk aplikasi – aplikasi yang menuntut ketelitian yang relative tinggi. Seperti untuk pengadaan titik – titik control geodesi, pemantauan deformasi, dan stusi geodinamika.

            Receiver GPS penentuan waktu didesain hanya untuk memberikan informasi tentang waktu ataupun frekuensi yang teliti. Selain itu juga dapat digunakan untuk aplikasi – aplikasi seperti transfer waktu antar benua, sinkronisasi jaringan telekomunikasi digital, maupun sinkronisasi jaringan pembangkit tenaga listrik.

            Receiver GPS juga bisa diklasifikasikan berdasarkann jumlah kanal yang dipunyainya, yaitu : receiver multi – channel, receiver sequential, receiver multiplexing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar